Ngobrol Duit Sejak Mau Nikah, Ternyata Ampuh Cegah Cerai
Kementerian Agama punya strategi baru untuk mencegah perceraian sejak awal—dengan mengajarkan pasangan calon pengantin cara kelola keuangan keluarga.
Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, bilang terus terang di Jakarta, Selasa (27/01/2026): banyak konflik rumah tangga dimulai dari pasangan yang nggak siap atur uang. Jangan sampai besar pasak daripada tiang, kan?
"Literasi keuangan perlu menjadi bagian penting dalam bimbingan perkawinan. Banyak konflik rumah tangga dipicu persoalan ekonomi yang sebenarnya bisa dicegah jika pasangan memiliki perencanaan dan pemahaman keuangan sejak awal," tegas Kamaruddin.
Bimwin Bukan Cuma Soal Halal-Haram
Selama ini, bimbingan perkawinan (bimwin) lebih fokus ke aspek hukum dan agama. Tapi menurut Sekjen, itu belum cukup. Pasangan butuh keterampilan praktis yang betulan berguna di kehidupan sehari-hari—termasuk gimana cara bikin anggaran belanja bulanan sampai nabung bareng.
Kamaruddin menegaskan, Kantor Urusan Agama (KUA) nggak boleh cuma jadi tempat pencatatan nikah doang. "Indikator makro kesuksesan KUA adalah menurunnya angka perceraian dan berkurangnya pernikahan anak. KUA harus hadir sebagai instrumen pencegahan, bukan sekadar pencatatan".
Angka-Angka yang Perlu Kamu Tahu
Sepanjang 2025, tercatat 1,48 juta peristiwa pernikahan di Indonesia. Jumlahnya naik 0,3% atau sekitar 4.827 peristiwa dibanding tahun sebelumnya.
Yang bikin senang, perkawinan anak turun drastis hingga 52%. Salah satu kuncinya? Bimbingan pranikah untuk remaja yang terbukti ampuh bangun kesadaran.
"Bimbingan pranikah untuk remaja terbukti berdampak nyata. Edukasi yang tepat mampu membangun kesadaran, menunda pernikahan usia anak, dan mempersiapkan generasi muda untuk membangun keluarga yang matang," jelas Kamaruddin.
Siap Nikah Bukan Cuma Siap Hati
Ke depan, materi bimwin bakal diperluas. Bukan cuma soal hak dan kewajiban suami-istri tapi juga:
- Pengelolaan keuangan keluarga (gimana cara ngatur gaji, tabungan, cicilan)
- Perencanaan ekonomi rumah tangga (dari biaya makan sampai dana darurat)
- Penguatan komunikasi pasangan (biar nggak ribut gara-gara uang)
Singkatnya, Kemenag pengen pasangan yang menikah nggak cuma sah di mata hukum dan agama, tapi juga mental, sosial, dan ekonomi sudah siap.
"Kita ingin pasangan yang menikah tidak hanya sah secara hukum dan agama, tetapi juga siap secara mental, sosial, dan ekonomi. Di sinilah peran strategis KUA sebagai garda terdepan layanan keagamaan negara," pungkas Sekjen.
Bayangkan kalau sejak awal nikah, kamu dan pasangan udah paham gimana cara ngatur duit bareng. Mungkin banyak pertengkaran yang bisa dihindari, dan keluarga jadi lebih harmonis. Itulah yang pengen diwujudkan Kemenag lewat bimbingan perkawinan yang lebih komprehensif ini.
Sumber: Bimas Islam Kementerian Agama RI
Artikel Terkait
Lagi, Penghulu Viral Pimpin Akad Nikah dengan 3 Bahasa
Video penghulu memimpin akad nikah dalam tiga bahasa sekaligus baru-baru ini memecah algoritma media sosial Indonesia. Muhammad Zidni Ilmi, penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, tercatat sudah dua kali jadi sorotan.
KUA Bukan "Kantor Urusan Asmara" — Ini 8 Fungsi + 1 Mandat Strategisnya
Selama ini, banyak dari kita yang tahunya KUA itu ya tempat daftar nikah. Datang, urus berkas, selesai. Padahal, anggapan itu keliru besar
Cinta Saja Tidak Cukup: Kenapa Banyak Pernikahan Retak di 5 Tahun Pertama?
Bayangkan dua orang yang saling mencinta, sudah sah menikah, tapi kemudian kandas bahkan sebelum genap lima tahun. Bukan karena tidak sayang — tapi karena tidak tahu caranya.