Logo Simkah SIMKAH
Berita

Lagi, Penghulu Viral Pimpin Akad Nikah dengan 3 Bahasa

W
Widyawan
Lagi, Penghulu Viral Pimpin Akad Nikah dengan 3 Bahasa
Bagikan:

Video penghulu memimpin akad nikah dalam tiga bahasa sekaligus baru-baru ini memecah algoritma media sosial Indonesia. Muhammad Zidni Ilmi, penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, tercatat sudah dua kali jadi sorotan: Februari 2026 memimpin pernikahan WNI-WNA Jerman dengan bahasa Indonesia–Inggris–Jerman, dan Juli 2026 memimpin pernikahan WNI-Lim Sang Beom (WN Korea) dengan bahasa Indonesia–Inggris–Korea. Fenomena ini bukan sekadar viral moment, tapi cermin transformasi pelayanan keagamaan di tengah lonjakan perkawinan lintas negara.

Mengapa Penghulu Mulai Menguasai Bahasa Asing?

Pada Tahun 2025 lalu, Dukcapil DKI Jakarta mencatat 1.952 perkawinan campuran sejak 2020 hingga Agustus 2025, rata-rata 250–300 pasangan per tahun (AntaraNews). Angka ini membuktikan permintaan layanan pernikahan lintas budaya tidak lagi marjinal—itu kebutuhan struktural.

Zidni Ilmi sendiri mengakui: "Bahasa asing sejak di Setiabudi karena memang jumlah pernikahan WNI-WNA cukup banyak" (detikNews). Ia belajar bahasa Jerman, Swahili, Prancis, hingga Korea secara otodidak hanya untuk menyapa keluarga mempelai.

Data Dukcapil DKI menunjukkan 1.952 perkawinan campuran tercatat 2020–Agustus 2025, dengan negara asal WNA terbanyak: AS (158), Singapura (132), Jerman (120), China (113), Australia (113) (ANTARA). Lonjakan ini mendorong KUA mengadaptasi kompetensi bahasa.

Bagaimana Kemenag Menyiapkan Penghulu Multibahasa?

Kementerian Agama tidak diam. Kepala Subdirektorat Bina Kepenghuluan, Zudi Rahmanto, mengakui tren perkawinan campuran "tidak hanya di kota besar, tapi juga daerah" (Kemenag RI). Responsifnya: kurikulum pelatihan calon penghulu kini mencakup kompetensi bahasa asing (Arab & Inggris wajib) serta bahasa isyarat untuk layanan inklusif.

Pelatihan ini selaras dengan arahan Menteri Agama agar KUA jadi "pusat pelayanan masyarakat yang modern dan mudah diakses." Zidni sendiri lulusan Universitas Al Azhar Mesir & Pondok Pesantren La Tansa—bekal Arab & Inggris didapat formal, sisanya otodidak.

Kemenag mewajibkan pelatihan bahasa asing & bahasa isyarat bagi calon penghulu guna layanan inklusif WNI-WNA & penyandang disabilitas. Transformasi ini menjawab tantangan globalisasi pelayanan keagamaan.

Peran Pantun & Bahasa Daerah: Warisan yang Tetap Relevan

Di sisi lain, Zidni tetap menyisipkan pantun Betawi, Jawa, Batak, Melayu, Aceh dalam sambutannya. "Pantun sejak awal jadi Penghulu sudah terbiasa," ujarnya (detikNews). Ini bukan gaya—ini strategi komunikasi lintas generasi. Pantun melunakkan suasana formal, menjembatani kesenjangan usia antara penghulu muda dan keluarga mempelai yang lebih senior.

Kombinasi high-tech (bahasa asing) + high-touch (pantun/bahasa daerah) menciptakan brand pelayanan KUA yang humanis sekaligus profesional—model yang bisa direplikasi KUA lain.

Dampak Viral: Dari Engagement ke Kebijakan

Video Zidni di Instagram @mzilmi & @dki_kemenag ditonton jutaan kali. Komentar netizen: "Contoh profesionalisme penghulu jaman now," "Inspirasi seluruh penghulu Indonesia." Viralitas ini mendorong Kemenag mempercepat digitalisasi KUA—platform SIMKAH, layanan online, hingga literasi digital bagi penghulu agar bisa speak up di media sosial.

Video akad nikah 3 bahasa Zidni Ilmi ditonton jutaan kali di Instagram/TikTok, memicu diskusi publik soal modernisasi pelayanan KUA (detikNews). Kemenag mendorong penghulu aktif di digital untuk edukasi layanan.

Tantangan ke Depan: Standarisasi vs Fleksibilitas

Meski terinspirasi, tidak semua penghulu punya latar study abroad seperti Zidni (Al Azhar Mesir). Standarisasi minimum jadi kunci: Kemenag butuh modul bahasa asing terstruktur (bukan otodidak), sertifikasi bahasa isyarat, dan budget pelatihan berkelanjutan. Tanpa itu, inovasi jadi ad-hoc dan tidak scalable.

FAQ

Apakah wajib penghulu menguasai bahasa asing untuk menikahkan WNI-WNA?
Tidak wajib secara hukum, tapi Kemenag sangat menganjurkan dan sudah memasukkan pelatihan bahasa asing ke kurikulum calon penghulu sejak 2025 agar pelayanan lebih prima.

Bahasa apa saja yang paling sering dipakai dalam akad nikah WNI-WNA?
Berdasarkan data Dukcapil DKI 2020–2025, negara asal WNA terbanyak: AS, Singapura, Jerman, China, Australia. Maka Bahasa Inggris (lingua franca), Mandarin, Jepang, Korea, & Jerman jadi prioritas.

Apakah penggunaan bahasa daerah/pantun di akad nikah diperbolehkan syariat?
Ya, selama tidak mengubah rukun & syarat akad nikah. Pantun/sambutan bahasa daerah bersifat adab & penghormatan budaya, tidak mengganggu sahnya pernikahan.

Bagaimana cara melaporkan perkawinan campuran (islam) yang dilakukan di luar negeri?
Pasangan wajib melapor ke KUA tempat tinggal WNI dalam 1 tahun sejak pernikahan, membawa akta nikah asli & terjemahan resmi, serta dokumen pendukung lainnya.

Apa peran penghulu selain memimpin akad nikah?
Penghulu berperan sebagai pendidik keluarga, mediator sosial, & penghubung layanan negara (KB, stunting, perlindungan anak) ke tingkat akar rumput—sebutan "Menteri tingkat kecamatan" oleh Menteri Agama.

Kesimpulan

Kasus Zidni Ilmi membuktikan: inovasi pelayanan keagamaan lahir dari empat pilar — (1) data real-time (Dukcapil), (2) kebijakan responsif (Kemenag), (3) inisiatif frontliner (penghulu), (4) amplifikasi digital (medsos). Kombinasi bahasa asing + pantun lokal menciptakan pengalaman akad yang inklusif, hangat, & profesional sekaligus. Bagi KUA lain: mulai audit data perkawinan campuran wilayah masing-masing, susun rencana pelatihan bahasa bertahap, & bangun kehadiran digital untuk edukasi publik.

Viral Bapak Penghulu bukan target—layanan prima yang disentuh jutaan hati baru targetnya.

Sumber & Tanggal Akses

  • Dukcapil DKI Jakarta, 1.952 Perkawinan Campuran 2020–Agustus 2025, retrieved 2026-07-11, https://www.antaranews.com/berita/5125572/dukcapil-dki-catat-1952-perkawinan-campuran-di-jakarta
  • ANTARA, Perkawinan Campuran Indonesia-AS Terbanyak di Jakarta, retrieved 2026-07-11, https://megapolitan.antaranews.com/berita/442368/perkawinan-campuran-indonesia-as-terbanyak-di-jakarta
  • detikNews, Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Nikah Pakai 3 Bahasa Sekaligus, retrieved 2026-07-11, https://news.detik.com/berita/d-8561303/viral-penghulu-di-jaksel-pimpin-nikah-pakai-3-bahasa-sekaligus-begini-ceritanya
  • Kemenag RI, Secara Nasional Angka Pencatatan Pernikahan Naik di 2025, retrieved 2026-07-11, https://kemenag.go.id/nasional/secara-nasional-angka-pencatatan-pernikahan-naik-di-2025-LXAS6
  • VIV.co.id, Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Akad Nikah Pakai 3 Bahasa, retrieved 2026-07-11, https://www.viv.co.id/read/156525/viral-penghulu-di-jaksel-pimpin-akad-nikah-pakai-3-bahasa
Bagikan: